Selasa, 15 Juni 2010

Sejarah Lembah Harau

Objek wisata Lembah Harau merupakan salah satu dari 189 objek wisata yang ada di Kabupaten Lima Puluh Kota , dimana Lembah Harau ini adalah objek wisata unggulan daerah dan berada pada wilayah tujuan wisata (WTW) III pengembangan objek wisata Kabupaten Lima Puluh Kota.


Berdasarkan prasasti yang terdapat di kaki air terjun (Sarasah ) Bunta , daerah ini mulai dibuka pada tanggal 14 Agustus 1926 oleh Asisten Residen Lima Puluh Kota yang bernama F. Rinner bersama dengan Tuanku Laras Datuk Kuning Nan Hitam dan Asisten Demang Datuk Kodoh Nan Hitam.

Jadi Lembah Harau sudah dikenal sejak jaman Pra- Kemerdekaan Republik Indonesia ,karena pada waktu itu sudah dipopulerkan oleh orang kulit putih melalui cap dagang dengan tulisan Arau Valley sejak jaman penjajahan ,dan termasuk kedalam tujuh keajaiban tebing didunia ,dimana sudah dikunjungi oleh Ratu Belanda pada waktu melintasi Solok dan Danau Singkarak , sehingga kajian terhadap Lembah Harau ini sejajar dengan Kebun Raya Bogor.


Objek wisata Lembah Harau (Harau Valley), sudah dikukuhkan oleh Pemerintah Hindia Belanda dengan Govenrment Besluit (GB) tanggal 10 Januari 1933 nomor 15 Stbl Nomor 24 dengan status sebagai cagar alam seluas 315 Ha ,kemudian dilakukan pengukuran ulang oleh Perlindungan dan Pelestarian Alam (PPA) pada tahun 1979 dengan luas defenitif dilapangan adalah 298 Ha, (Witari Heiza , 1985)

Setelah kemerdekaan , objek wisata Lembah Harau dikelola oleh Pemerintah Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia nomor : 478 / Kpts /Um / 8 / 1979, tanggal 2 Agustus 1979 ,tentang perubahan statusnya menjadi taman wisata seluas 27,5 Ha.Jadi sejak tahun 1979 Lembah Harau adalah kawasan taman wisata dan cagar alam.


Sejak berubahnya status Lembah Harau menjadi kawasan wisata ,maka urusan kepariwisataan menjadi wewenang Pemerintah Propinsi Dati I Sumatera Barat ,dimana objek wisata Lembah Harau dikelola oleh Pemerintah Daerah Tingakt I Sumatera Barat yaitu berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor : 24 tahun 1979 tentang penyerahan sebagian urusan Pemerintah dalam bidang Kepariwisataan kepada Daerah Tingkat I melalui Cabang Dinas Pariwisata.
Pada tahun 1992, pegelolaan objek wisata Lembah Harau diserahkan kepada Pemerintah Dati II Kabupaten Lima Puluh Kota sesuai dengan Peraturan Daerah Tingkat I Propinsi Sumatera Barat Nomor : 9 tahun 1992 tentang penyerahan sebagian urusan Pemerintah Propinsi Daerah Tingkat I Sumatera Barat dalam bidang Kepariwisataan.

Dari tahun 1992 sampai tahun 1993, merupakan tahun transisi pengelolaan objek wisata Lembah Harau karena masih dikelola oleh cabang Dinas Pariwisata Propinsi Tingkat I Sumatera Barat. Hal ini disebabkan Pemerintah Dati II Kabupaten Lima Puluh Kota belum mempunyai lembaga teknis daerah dibidang kepariwisataan.

Objek wisata Lembah Harau mulai dikelola oleh Pemerintah Dati II Kabupaten Lima Puluh Kota sejak tahun 1994 yaitu dengan dibentuknya Dinas Pariwisata Kabupaten Dati II Lima Puluh Kota dengan Peraturan Daerah Kabupaten Dati II Lima Puluh Kota Nomor : 3 Tahun 1994 tentang Pembentukan susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pariwisata Kabupaten Dati II Lima puluh Kota.

Pada bulan Maret 1996 dibuatlah rencana detail tata ruang kawasan pariwisata Lembah Harau, dimana secara bertahap objek wisata ini dibenahi melalui dana APBD Kabupaten Lima Puluh Kota, terutama sarana pokok dan sarana penunjang kapariwisataan , dalam lingkup pengelolaan Dinas Pariwisata Daerah Kabupaten lima Puluh Kota sampai tahun 2000.Lembah Harau merupakan salah satu obyek wisata yang terdapat di provinsi Sumatera Barat tepatnya di Kab.50 Kota. Lokasinya tidak begitu jauh dari ibukota kabupaten, Tanjung Pati , malah di dekat pintu gerbang ke Lembah Harau sekarang sedang dibangun Komplek Perkantoran 50 Kota. Dan dari kota Payakumbuh cukup 1/2 jam saja.harau3

peta harau

Obyek Wisata di lembah harau ini berupa tebing-tebing terjal yang kemiringannya hampir 90 derjat dg permukaan tanan atau mungkin ada yg 90 derjat.

harau1

Lembah Harau ini juga terbagi 2 daerah wisatanya yaitu Sarasah Bunta dan Aka Barayun( Akar Berayun-red). Di Sarasah Bunta terdapat 5 buah air terjun, dan di Aka Barayun cuman ada 1 air terjun. Air Terjun di Lembah Harau ini sangat jernih dan dingin, dan juga ada ikan-ikan kecil. Untuk air terjun di Aka Barayun sudah berupa kolam sehingga berenang jadi lebih enak. Sedangkan yang di Sarasah Bunta penampungan air terjunnya masih alami sehingga bermain di air terjunnya jadi lebih asyik.harau2

Jika merasa bosan dengan air terjun doank, sebaiknya memilih lokasi ke Akar Berayun karena disana fasilitas lebih lengkap dan disana juga sudah dilengkapi oleh Cottage/Resort. Selain itu di daerah akar berayun juga tersedia Bendi alat trasportasi tradisional Minangkabau serta juga dapat ditemui Kebun Binatang kecil dan juga bisa mengunjungi tempat penangkaran kupu-kupu. Dan yang lebih asyik disana juga telah disediain akses para pendaki tanpa alat dengan menaiki anak tangga sampai tebing paling atas, sehingga bisa melihat pemandangan seluruh Lembah Harau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar