Selasa, 15 Juni 2010
Objek wisata Lembah Harau merupakan salah satu dari 189 objek wisata yang ada di Kabupaten Lima Puluh Kota , dimana Lembah Harau ini adalah objek wisata unggulan daerah dan berada pada wilayah tujuan wisata (WTW) III pengembangan objek wisata Kabupaten Lima Puluh Kota.
Berdasarkan prasasti yang terdapat di kaki air terjun (Sarasah ) Bunta , daerah ini mulai dibuka pada tanggal 14 Agustus 1926 oleh Asisten Residen Lima Puluh Kota yang bernama F. Rinner bersama dengan Tuanku Laras Datuk Kuning Nan Hitam dan Asisten Demang Datuk Kodoh Nan Hitam.
Jadi Lembah Harau sudah dikenal sejak jaman Pra- Kemerdekaan Republik Indonesia ,karena pada waktu itu sudah dipopulerkan oleh orang kulit putih melalui cap dagang dengan tulisan Arau Valley sejak jaman penjajahan ,dan termasuk kedalam tujuh keajaiban tebing didunia ,dimana sudah dikunjungi oleh Ratu Belanda pada waktu melintasi Solok dan Danau Singkarak , sehingga kajian terhadap Lembah Harau ini sejajar dengan Kebun Raya Bogor.
Objek wisata Lembah Harau (Harau Valley), sudah dikukuhkan oleh Pemerintah Hindia Belanda dengan Govenrment Besluit (GB) tanggal 10 Januari 1933 nomor 15 Stbl Nomor 24 dengan status sebagai cagar alam seluas 315 Ha ,kemudian dilakukan pengukuran ulang oleh Perlindungan dan Pelestarian Alam (PPA) pada tahun 1979 dengan luas defenitif dilapangan adalah 298 Ha, (Witari Heiza , 1985)
Setelah kemerdekaan , objek wisata Lembah Harau dikelola oleh Pemerintah Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia nomor : 478 / Kpts /Um / 8 / 1979, tanggal 2 Agustus 1979 ,tentang perubahan statusnya menjadi taman wisata seluas 27,5 Ha.Jadi sejak tahun 1979 Lembah Harau adalah kawasan taman wisata dan cagar alam.
Sejak berubahnya status Lembah Harau menjadi kawasan wisata ,maka urusan kepariwisataan menjadi wewenang Pemerintah Propinsi Dati I Sumatera Barat ,dimana objek wisata Lembah Harau dikelola oleh Pemerintah Daerah Tingakt I Sumatera Barat yaitu berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor : 24 tahun 1979 tentang penyerahan sebagian urusan Pemerintah dalam bidang Kepariwisataan kepada Daerah Tingkat I melalui Cabang Dinas Pariwisata.
Pada tahun 1992, pegelolaan objek wisata Lembah Harau diserahkan kepada Pemerintah Dati II Kabupaten Lima Puluh Kota sesuai dengan Peraturan Daerah Tingkat I Propinsi Sumatera Barat Nomor : 9 tahun 1992 tentang penyerahan sebagian urusan Pemerintah Propinsi Daerah Tingkat I Sumatera Barat dalam bidang Kepariwisataan.
Dari tahun 1992 sampai tahun 1993, merupakan tahun transisi pengelolaan objek wisata Lembah Harau karena masih dikelola oleh cabang Dinas Pariwisata Propinsi Tingkat I Sumatera Barat. Hal ini disebabkan Pemerintah Dati II Kabupaten Lima Puluh Kota belum mempunyai lembaga teknis daerah dibidang kepariwisataan.
Objek wisata Lembah Harau mulai dikelola oleh Pemerintah Dati II Kabupaten Lima Puluh Kota sejak tahun 1994 yaitu dengan dibentuknya Dinas Pariwisata Kabupaten Dati II Lima Puluh Kota dengan Peraturan Daerah Kabupaten Dati II Lima Puluh Kota Nomor : 3 Tahun 1994 tentang Pembentukan susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pariwisata Kabupaten Dati II Lima puluh Kota.
Pada bulan Maret 1996 dibuatlah rencana detail tata ruang kawasan pariwisata Lembah Harau, dimana secara bertahap objek wisata ini dibenahi melalui dana APBD Kabupaten Lima Puluh Kota, terutama sarana pokok dan sarana penunjang kapariwisataan , dalam lingkup pengelolaan Dinas Pariwisata Daerah Kabupaten lima Puluh Kota sampai tahun 2000.Lembah Harau merupakan salah satu obyek wisata yang terdapat di provinsi Sumatera Barat tepatnya di Kab.50 Kota. Lokasinya tidak begitu jauh dari ibukota kabupaten, Tanjung Pati , malah di dekat pintu gerbang ke Lembah Harau sekarang sedang dibangun Komplek Perkantoran 50 Kota. Dan dari kota Payakumbuh cukup 1/2 jam saja.harau3
peta harau
Obyek Wisata di lembah harau ini berupa tebing-tebing terjal yang kemiringannya hampir 90 derjat dg permukaan tanan atau mungkin ada yg 90 derjat.
harau1
Lembah Harau ini juga terbagi 2 daerah wisatanya yaitu Sarasah Bunta dan Aka Barayun( Akar Berayun-red). Di Sarasah Bunta terdapat 5 buah air terjun, dan di Aka Barayun cuman ada 1 air terjun. Air Terjun di Lembah Harau ini sangat jernih dan dingin, dan juga ada ikan-ikan kecil. Untuk air terjun di Aka Barayun sudah berupa kolam sehingga berenang jadi lebih enak. Sedangkan yang di Sarasah Bunta penampungan air terjunnya masih alami sehingga bermain di air terjunnya jadi lebih asyik.harau2
Jika merasa bosan dengan air terjun doank, sebaiknya memilih lokasi ke Akar Berayun karena disana fasilitas lebih lengkap dan disana juga sudah dilengkapi oleh Cottage/Resort. Selain itu di daerah akar berayun juga tersedia Bendi alat trasportasi tradisional Minangkabau serta juga dapat ditemui Kebun Binatang kecil dan juga bisa mengunjungi tempat penangkaran kupu-kupu. Dan yang lebih asyik disana juga telah disediain akses para pendaki tanpa alat dengan menaiki anak tangga sampai tebing paling atas, sehingga bisa melihat pemandangan seluruh Lembah Harau.
Objek wisata Lembah Harau merupakan salah satu dari 189 objek wisata yang ada di Kabupaten Lima Puluh Kota , dimana Lembah Harau ini adalah objek wisata unggulan daerah dan berada pada wilayah tujuan wisata (WTW) III pengembangan objek wisata Kabupaten Lima Puluh Kota.
Berdasarkan prasasti yang terdapat di kaki air terjun (Sarasah ) Bunta , daerah ini mulai dibuka pada tanggal 14 Agustus 1926 oleh Asisten Residen Lima Puluh Kota yang bernama F. Rinner bersama dengan Tuanku Laras Datuk Kuning Nan Hitam dan Asisten Demang Datuk Kodoh Nan Hitam.
Jadi Lembah Harau sudah dikenal sejak jaman Pra- Kemerdekaan Republik Indonesia ,karena pada waktu itu sudah dipopulerkan oleh orang kulit putih melalui cap dagang dengan tulisan Arau Valley sejak jaman penjajahan ,dan termasuk kedalam tujuh keajaiban tebing didunia ,dimana sudah dikunjungi oleh Ratu Belanda pada waktu melintasi Solok dan Danau Singkarak , sehingga kajian terhadap Lembah Harau ini sejajar dengan Kebun Raya Bogor.
Objek wisata Lembah Harau (Harau Valley), sudah dikukuhkan oleh Pemerintah Hindia Belanda dengan Govenrment Besluit (GB) tanggal 10 Januari 1933 nomor 15 Stbl Nomor 24 dengan status sebagai cagar alam seluas 315 Ha ,kemudian dilakukan pengukuran ulang oleh Perlindungan dan Pelestarian Alam (PPA) pada tahun 1979 dengan luas defenitif dilapangan adalah 298 Ha, (Witari Heiza , 1985)
Setelah kemerdekaan , objek wisata Lembah Harau dikelola oleh Pemerintah Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia nomor : 478 / Kpts /Um / 8 / 1979, tanggal 2 Agustus 1979 ,tentang perubahan statusnya menjadi taman wisata seluas 27,5 Ha.Jadi sejak tahun 1979 Lembah Harau adalah kawasan taman wisata dan cagar alam.
Sejak berubahnya status Lembah Harau menjadi kawasan wisata ,maka urusan kepariwisataan menjadi wewenang Pemerintah Propinsi Dati I Sumatera Barat ,dimana objek wisata Lembah Harau dikelola oleh Pemerintah Daerah Tingakt I Sumatera Barat yaitu berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor : 24 tahun 1979 tentang penyerahan sebagian urusan Pemerintah dalam bidang Kepariwisataan kepada Daerah Tingkat I melalui Cabang Dinas Pariwisata.
Pada tahun 1992, pegelolaan objek wisata Lembah Harau diserahkan kepada Pemerintah Dati II Kabupaten Lima Puluh Kota sesuai dengan Peraturan Daerah Tingkat I Propinsi Sumatera Barat Nomor : 9 tahun 1992 tentang penyerahan sebagian urusan Pemerintah Propinsi Daerah Tingkat I Sumatera Barat dalam bidang Kepariwisataan.
Dari tahun 1992 sampai tahun 1993, merupakan tahun transisi pengelolaan objek wisata Lembah Harau karena masih dikelola oleh cabang Dinas Pariwisata Propinsi Tingkat I Sumatera Barat. Hal ini disebabkan Pemerintah Dati II Kabupaten Lima Puluh Kota belum mempunyai lembaga teknis daerah dibidang kepariwisataan.
Objek wisata Lembah Harau mulai dikelola oleh Pemerintah Dati II Kabupaten Lima Puluh Kota sejak tahun 1994 yaitu dengan dibentuknya Dinas Pariwisata Kabupaten Dati II Lima Puluh Kota dengan Peraturan Daerah Kabupaten Dati II Lima Puluh Kota Nomor : 3 Tahun 1994 tentang Pembentukan susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pariwisata Kabupaten Dati II Lima puluh Kota.
Pada bulan Maret 1996 dibuatlah rencana detail tata ruang kawasan pariwisata Lembah Harau, dimana secara bertahap objek wisata ini dibenahi melalui dana APBD Kabupaten Lima Puluh Kota, terutama sarana pokok dan sarana penunjang kapariwisataan , dalam lingkup pengelolaan Dinas Pariwisata Daerah Kabupaten lima Puluh Kota sampai tahun 2000.Lembah Harau merupakan salah satu obyek wisata yang terdapat di provinsi Sumatera Barat tepatnya di Kab.50 Kota. Lokasinya tidak begitu jauh dari ibukota kabupaten, Tanjung Pati , malah di dekat pintu gerbang ke Lembah Harau sekarang sedang dibangun Komplek Perkantoran 50 Kota. Dan dari kota Payakumbuh cukup 1/2 jam saja.harau3
peta harau
Obyek Wisata di lembah harau ini berupa tebing-tebing terjal yang kemiringannya hampir 90 derjat dg permukaan tanan atau mungkin ada yg 90 derjat.
harau1
Lembah Harau ini juga terbagi 2 daerah wisatanya yaitu Sarasah Bunta dan Aka Barayun( Akar Berayun-red). Di Sarasah Bunta terdapat 5 buah air terjun, dan di Aka Barayun cuman ada 1 air terjun. Air Terjun di Lembah Harau ini sangat jernih dan dingin, dan juga ada ikan-ikan kecil. Untuk air terjun di Aka Barayun sudah berupa kolam sehingga berenang jadi lebih enak. Sedangkan yang di Sarasah Bunta penampungan air terjunnya masih alami sehingga bermain di air terjunnya jadi lebih asyik.harau2
Jika merasa bosan dengan air terjun doank, sebaiknya memilih lokasi ke Akar Berayun karena disana fasilitas lebih lengkap dan disana juga sudah dilengkapi oleh Cottage/Resort. Selain itu di daerah akar berayun juga tersedia Bendi alat trasportasi tradisional Minangkabau serta juga dapat ditemui Kebun Binatang kecil dan juga bisa mengunjungi tempat penangkaran kupu-kupu. Dan yang lebih asyik disana juga telah disediain akses para pendaki tanpa alat dengan menaiki anak tangga sampai tebing paling atas, sehingga bisa melihat pemandangan seluruh Lembah Harau.
Minggu, 28 Maret 2010
Oleh : Redaksi Explore Indonesia
Rabu, 28 Mei 2008 14:58
Dua Goa Bersejarah di Bandung
Begitu banyak peninggalan bersejarah di berbagai daerah di tanah air kita, Indonesia. Sebagian dari peninggalan itu berkaitan dengan rangkaian perjuangan para pendahulu bangsa kita mempertahankan tanah airnya. Sebagian dari peniggalan tersebut dapat kita lihat di museum-museum sejarah de beberapa kota di nusantara. Selain benda-benda bersejarah di gedung penyimpanan tersebut, kita juga dapat menyaksikan peninggalan lainnya berbentuk gedung, bangunan tua, benteng, dan lain-lain, yang tersebar di hampir seluruh daerah di negeri ini.
Salah satu peninggalan tua bersejarah yang menjadi fokus perjalanan wisata sejarah kali ini adalah dua buah goa yang terdapat di Kota Kembang, Bandung, kota tua yang sering dijuluki ”Paris Van Java”. Goa-goa ini terletak di Bandung Utara, peninggalan dari jaman penjajahan. Kedua goa itu adalah Goa Jepang dan Goa Belanda. Kedua goa ini uniknya berada di dalam satu kawasan, yakni di Taman Hutan Raya (TAHURA) Ir. H. Juanda.
Goa Jepang
Goa pertama yang kami sambangi adalah Goa Jepang. Di goa ini terdapat empat lorong untuk masuk, dimana konon katanya lorong ke dua dan ketiga sebagai lorong jebakan. Kami pun penasaran seperti apa keadaan di dalam gua itu? Untuk kebutuhan penerangan di saat memasuki lorong pertama kami menyewa dua buah senter. Lembab, gelap dan dingin adalah kesan awal yang langsung menerpa saat mulai melangkah ke dalam goa yang dibangun pada tahun 1942 silam.
Lorong yang panjang serta berliku memang cukup membingungkan. Perlahan kami berjalan melewati jalan berbatu-batu serta dinding tanah. Dahulu goa ini dijadikan sebagai tempat pertahanan tentara Jepang. Selain itu, di sini terdapat beberapa gundukan tanah yang lebih tinggi dari permukaan yang dijadikan sebagai tempat istirahat/tidur para tentara yang dikenal juga dengan nama Tentara Dai Nippon. Setelah melewati persimpangan demi persimpangan, kami keluar melalui mulut goa yang berukuran lebih besar. Di lorong ini dahulu difungsikan untuk tempat parkir dan keluar-masuk kendaraan perang.
Memang sebelum Pemerintah Sipil Hindia Belanda menyerah tanpa syarat kepada Tentara Jepang, goa ini dibangun sendiri oleh mereka (Jepang). Namun setelah Belanda menyerah, pembangunan goa diteruskan oleh orang-orang pribumi melalui kerja paksa atau dikenal dengan ”Romusha”.
Goa Belanda
Hanya berjarak sekitar 500 meter dari Goa Jepang, kita akan menjumpai goa lainnya, yaitu Goa Belanda. Goa ini berumur lebih tua dari Goa Jepang, karena dibangun pada tahun 1918. Awalnya goa yang berukuran lebih besar dari goa pertama ini dibangun untuk dijadikan terowongan PLTA Bengkok. Namun, ketika akhirnya pecah perang dunia ke-2 yang melibatkan Belanda bersama tentara Sekutu pimpinan Amerika Serikat, maka goa ini berubah fungsi menjadi Pusat Stasiun Radio Telekomunikasi Militer Hindia Belanda dan sebagai gudang senjata serta amunisi.
Berbeda dengan Goa Jepang, Goa Belanda lebih baik karena sudah direnovasi dan terawat dengan baik. Dindingnya sudah menggunakan semen. Di dalam goa ini terdapat beberapa ruangan, ruang pertama yang kami temui adalah kamar untuk tidur bagi tentara Belanda. Selanjutnya adalah ruangan untuk interogasi para tahanan, berjalan beberapa menit kita akan tiba di sebuah ruangan yang digunakan sebagai penjara. Sebenarnya, selama dalam perjalan kami melihat di bagian atap gua terdapat bekas instalasi penerangan/lampu, akan tetapi semuanya telah tidak berfungsi dengan baik. Jika diberikan penerangan justru hilang daya tariknya. Selain itu, di goa ini juga masih terdapat bekas rel roli yang digunakan untuk segala macam pengangkutan.
Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda
Taman Hutan Raya (TAHURA) Ir. H. Juanda merupakan Taman hutan Raya pertama di Indonesia, yang diresmikan pada tanggal 14 Januari 1985 oleh Presiden (Alm) Soeharto bertepatan dengan tanggal kelahiran Ir. H. Juanda. Awalnya dikenal sebagai Kawasan Hutan Lindung Gunung Pulosari dan Taman Wisata Curug dago. Saat ini TAHURA dikelola oleh Balai Pengelolaan Taman Hutan Raya.
Lokasi TAHURA Ir. H. Juanda terletak di tengah-tengah wilayah Bandung yang merupakan kawasan pelestarian alam yang tersisa, yang juga berfungsi sebagai paru-paru kota Bandung. Jarak yang ditempuh hanya 5 km dari Pusat Pemerintahan (gedung sate)
Dua goa yang telah diceritakan di atas adalah saksi sejarah betapa sengsaranya rakyat Indonesia diperlakukan oleh penjajah pada saat itu. Hanya dengan menggunakan alat yang sangat minim bisa tercipta dua buah goa yang hingga saat ini masih tetap berdiri dan menggambarkan seperti apa perjuang mereka untuk merebut kembali Tanah Air Indonesia. Banyak korban yang berjatuhan pada saat itu, dan goa-goa inilah yang mengingatkan kita kembali untuk terus berusaha meneruskan perjuangan mereka, mewujudkan Indonesia yang benar-benar Merdeka...!!. Saat ini, musuh kita bukanlah Jepang dan Belanda lagi melainkan bangsa kita sendiri, diri kita sendiri. Dengan modal semangat kejuangan para pendahulu yang telah mampu membuat goa-goa spektakuler itu, kita bangun Indonesia, mengembalikannya menjadi tanah air yang subur, bangsa yang sejahtera, tentram dan damai, jauh dari kemiskinan dan keterpurukan.
Senin, 15 Februari 2010
selamat jalan sobat
kesedihan itu datang tak terduga
yang membuat hati ini luka dan gelisah
gelisah yang tak dapat di obati dengan canda
sobat,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
kenpa kamu membuka kesedihan itu
apa arti dari semua ini
apakah kita tidak akan pernah bertemu lagi
hanya kamu yang bisa buat ku tertawa
dan tersenyum disaat ku sedih
tapi mengapa sekarang,,,,,,,,,,,
kau membalikkan semua itu
sobat,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
aku sedih akan kepergian mu
ku tak bisa berbuat apa-apa
jaga dirimu disana sobat,,,,,,,,,
do'a ku selalu bersama mu
selamat jalan sobat,,,,,
semoga kau bahagia disana,,,,
ciptaan
febri w.r
Selasa, 26 Januari 2010
puisi terindah
By: Cairo
Category: Buku, Cinta, Friendster, TuLisaN, Untuk sahabat, wajib baca
“ Kumpulan Puisi Terindah “
Sempat Jadi Kata yang Indah yang Pernah Aku rasakan
kuberi pelangi pada kerling senyummu
sambil kulukis pantai, ombak dan perahu
di matamu
kubungkus secarik sutra ungu
dan kusimpan diam-diam dalam mimpiku
Pernah jadi Bingkai Yang Indah Dalam Ruang kertas yang Putih Untuk kurasakan , Walau Saat Itu tak Seindah yang Aku rasakan …..:) Nih Kumpulan Puisi yang Laenya, Andai minat Ambil Aja Gpp Kok
untuk mengukir namaku dalam hatimu
untuk membuat bingkai lukisan wajahku
bila saatnya sampai kuingin pahatanmu tak tinggalkan luka
Sept. 04
yang terduduk di taman hatiku dengan tangan menyangga dagu
dengan kulitku yang dilumuri embun kubiarkan tubuhku tanpa selembar benang
sekilas terlihat kau mengintip dari sudut matamu, hanya sekilas
engkau kembali menusuk rumput hijau dengan sinar matamu, redup
kulihat rumput-rumput menengadah menatap ngangah
mungkin mengagumi sayu wajahmu yang ayu
mata indah tiada berkedip, menyelidik
aku biarkan mata hatimu masuk lewat lorong hitam mataku
agar engkau tahu, hatiku telanjang untukmu dan
kubiarkan, kuresapi kecup bibir matamu dikening hatiku
senyummu mulai beranjak bangkit
kurasakan tangan berkulit bangsawan memagut
bibir pori-pori bungkam terpana
kulit seindah putri raja menyentuhnya dengan rasa percaya
daun-daun mengangguk
tanah tersenyum bijak
daun-daun yang rela menyerahkan embun paginya
untuk jiwaku yang tengkurap saat pagi
tanah yang ikhlas memberikan sapa sejuk embun yang meresapi
untuk jiwaku yang meminta pada fajar
Sept. 10
hingga kabar dari kutub tak kudengar
walau kumerangsek maju, dia mundur
kuciptakan cermin dari langit biru
kulihat diriku bercat putih pucat layu
Setp. 04
Kala kelam menjaring hari
‘ku duduk disini
serupa bintang di langit sendiri
menyeruak kamar
penuhi alam sekitar
Selalukah rindu berkalang pilu
Atau cuma khayalan semu
…….bayang pengantar tidur ?
Surabaya,27 Sept 2002
Maafkan hamba yang berhati hitam
Yang kadang terlupa dan sering sengaja
Mengaburkan nurani tuk menikmati dunia
Jangan buat ini takdir abadi
Yang membuatku tak lagi mengenali-Mu
Hingga aku tak bisa memilih surga dan neraka
Duh Sesembahan abdi Maha Dewa
Terangkan mata ini dari kegelapan
Pisahkan jiwa dari keangkaraan murka
Bangkitkkan lagi birahi suci untuk memuja
Duh Sang Pengasih tiada kenal pilih kasih
Anugerahkan sedikit ketakutan
Karena aku terlalu berani untuk lupa
Bahwa alam-Mu bukan hanya dunia
Duh Raja Diraja Maha Perkasa
Hilangkan segala ragu dalam akal matiku
Penuh kebimbangan dan berselimut tanya
Adakah kebenaran dirimu berada
Duh lelabuhan akhir segenap asa
Mundurkan sejenak saat maut untukku
Sempatkan aku tahu apa yang Jibril bawa
Mungkin hati kecilku akan mampu terjaga
Karna aku bukanlah yang terpilih
Sedang aku menghinakan diri padamu
Karna ia akan dicambuk bila mendustai tuannya
Engkau seperti bintang di langit
Aku selalu melemparimu untuk jatuh
Tapi batu itu kembali memukulku
Aku menangis kau hanya membisu
Kau tertawa aku terpaksa mendengar
Benar-benar terkutuk aku!
kalau tak mau bercinta denganku
Tak perlu kau meludah sampai aku tenggelam
Bunuh saja aku!
Bagiku cinta adalah engkau
Dan bagimu cinta adalah kepuasan
Sedang aku selalu lemah di depanmu
Andai saja ada dunia
Dimanapun…
Dan dirimu tiada…
patahan demi patahan sedu yang jadi partikelnya
di tiap butiran hujan melerai angan
sebegitukah serentetan sunyi yang telah tertata?
bermakna dalam nomenklaturnya yang rahasia
ya, dan detik berhamburan
jadi ombak yang pecah waktu kita melayari kata kata
berlagak musisi layari instrumen kecintaan hati
tak lagi dengan jemari
bermetronom jantung sendiri
moderato cantabile
cressendo
cressendo..
dan rinai hujan pun bernyanyi
di langit cerah tanpa hujan sama sekali
Langit bicara tak terdengar
Hati tak terjamah sayap malaikat
Menelungkup dirawa rawa kegelapan
Aku telah lama berkabung
Atas kematianku sendiri
jalanan riuh surabaya yang meras peluh ayahku
megah supermarket membocorkan tabungan ibuku
dan teman kecilku yang ditenggelamkan waktu
sajak-sajak lilis marliani
Dari ujung telunjuk ditulisnya nama panjang dewi sri
Pada telapak tangan digambarnya perempuan
sedang membasuh kaki lelaki
Pada siku dibuatnya lingkaran lembut bulu angsa:
anak kucing lelap di perut bunda
“Bu, untuk siapakah perempuan hidup?”
Ibu diam sambil terus melukis kamasutra di ketiakku
Lantas aku minta digambarkan belati pada pundak
Ibu marah; aku tak peduli
Ketika ibu pergi dan tak kembali
ku gambar sendiri belati
di pundak kiri
Dia temanku
manis, semampai
juara kelas sejak te-ka
pernah jadi
buruh
pintal di pabrik tekstil
dekat sungai Cisadane
Dia kepingin kawin dengan angin utara
tetapi selalu angin selatan
yang mampir di beranda
dia kepingin kawin dengan rama-rama
tetapi selalu
cicak yang menyapa
Di jendela kontrakannya
senja telah melipat diri
angin pamit pulang kampung
tetapi Aida gadis tigapuluhtahunan
masih memilin-milin poninya sendiri
sampai pagi
Selalu begitu setiap hari
Dua belas tahun lewat
kebetulan kujumpa dia di stasiun kereta Gondangdia
dengan dua balita di gendongan kiri dan kanan
kembar rupanya
dan sebuah kantong plastik besar di kakinya
Entah mengapa
Aida (yang dulu) manis sekarang menangis
tangisnya lebih keras dari lengking kereta ekspres Pakuan
Mengalirlah seribu kisah tentang lelaki yang dikawininya
ternyata berhati lalat hijau bertaring hyena
bertahun-tahun setia, berdiri patuh di belakang kemejanya
mengharapkan sekedar lubang perlindungan dari sepi
“Masih adakah pabrik tekstil dekat sungai?”
Aida kepingin kembali berdiri di dekat jendela kontrakannya
bukan untuk memilin poni
melainkan memilin benang nasibnya sendiri
Nasibnya sendiri
Untuk Nandyasa
Tak pernah sekalipun dalam hidupku terfikir untuk berhenti memberimu
kelopak-kelopak mawar yang kutanam di beranda ketika kau baru berusia
dua hari. Dengan kelopak-kelopak itu kuajarkan kau satu-dua-tiga dan
merah-putih-hitamnya hidup. Ada keputusasaan ketika kau sulit mengeja
ma-war me-rah ke-lo-pak pu-tih sambil sebutir dua butir air mata
kita
berdua jatuh di atasnya
Pagi ini kelopak-kelopak mawar yang bertahun-tahun kita kumpulkan
dengan segenap senyum dan isak tertahan, telah menjelma rumah bagi
kupu-kupu
Jangan tanya adakah aku mencintainya
Lelaki hyena ada di mana-mana
Jangan kira aku percaya padanya
Meskipun katanya aku Cleopatra
Padahal aku cuma stasiun kereta
Entah apa yang sedang kulakukan
Ketika kulayarkan dendamku dulu
Ia mampir menawarkan pelukan
Lantas kubayar dengan bulan setengah bulat
Melautlah segala kebencian
Yang ditanam lelaki sebelumnya
Barangkali aku memang mencintainya
Seperti cinta kanak pada peri ungu
Barangkali juga aku cuma hyena betina
Lelakimu terus menghujaniku dengan bunga dan mimpi
Sementara kudengar isak burung bangau di padang pasir
“Laut begitu jauh, begitu jauh debur ombak”
bayangmu gemetaran di tengah terik padang
tak ada tangis
ada oase di bening matamu
aku merasa bersalah
Pada bulan ke tujuh belas dendamku lunas
Cintaku ludas terus menerus dimakan bayang putihmu
Kudatangi dirimu
Kau sambut aku dengan pisau dapur di tangan
“Lihat, aku tidak memakai rok mini
aku tidak merokok
aku tidak suka film porno
aku benci diskotik
aku tidak pernah mencopet dompet suamimu
aku selalu menyuruhnya pulang ke rumahmu”
“Aku tak punya apa-apa selain suamiku”
Suaramu kah itu yang gemetar tertelan putus asa?
Ada laut memisahkan kita
Di mana perahu nabi Nuh?
Ingin aku berlayar ke pulaumu
Memeluk kakimu seperti pernah sekali
Kucium kaki bunda
Kau diam membisu di situ
Dalam api yang kukenal betul baranya
Sesungguhnya
Aku adalah dirimu
Entah di mana pernah kubaca
Perempuan di mana-mana
Kembar dalam perasaan
Kemarikan pisaumu
Biar aku mati di ujungnya
Jika ini satu-satunya cara
Menghentikan pendulum bingung
diaun-ayun waktu
Sebuah diam pernah dicintai kebisingan dengan dasyatnya
hingga hampir saja ia beranjak dari pertapaanya
Seseorang yang bijak mengingatkannya bahwa diam adalah emas
bicara adalah kuburan yang dihuni sejarah kebencian
Diam-diam sang diam tak bia mengelak dicintai
kebisingan sebab sesekali kulihat dalam semedinya
ia nikmati sorak-sorai, makian, dan tangis
dengan diam-diam sekali ia bermimpi berhenti bertapa
kabur ke pulau entah yang mengizinkan
sunyi dan sorak hidup berdampingan dalam damai
Tetapi sekali lagi ia diingatkan
diam adalah adiluhung sementara kebisingan
cuma sampah di telinga
Hingga waktu sekarat di telapak tangannya
tak seorang pun tahu siapa pemenangnya
Dulu pernah aku berdiam dalam kata-kata, mencoba bernegosiasi dengan
hatinurani yang tak henti-hentinya memprotes agar aku berhenti saja
mencintaimu. Sebab cinta yang tak berbalas itu taik kucing.
tetapi tetap saja aku
mencintaimu
Dengan lapang dada aku menyaksikan kau kawin dengan bulan kau kawin
dengan angin kau kawin dengan kupu-kupu kau kawin dengan kembang
bakung……..bahkan kau juga kawin dengan matahari . Lantas kau terbakar
hangus jadi debu.
tetapi tetap saja aku
mencintaimu
Seperti seekor burung yang tercecer dari kelompoknya aku menepi di
pucuk angin dan bernyanyi sendiri sembari menggenggammu dalam mimpi.
Susah payah logika meyakinkanku bahwa ombak takkan pernah kepingin
menetap di daratan. Meski memang sekali-kali ia mengunjungi kita, tapi
cuma mau mengembalikan botol aqua dan plastik chiki yang tercecer
ketika kau mengunjunginya di samudra.
tetap saja aku
mencintaimu
Lama aku berdiam dalam senyap,menjauh dari kata-kata, bermusuhan
dengan
logika. Terlalu lama mereka menyiksaku; memakiku; idiot! Padahal
kesalahanku cuma satu: jatuh cinta padamu!
Hai! Aku si idiot, jatuh cinta padamu. Dan aku bahagia.
Peduli apa!
Cimanggis 13 Februari 2000
setiap pagi kita saling menyapa
“selamat pagi, sayang” katamu
“mimpi indah semalam?” tanyaku
sembari mengelus hidungmu
kau balas mengelus hidungku
di cermin, kita saling memuji:
“meski kau belum mandi pun
aku betah memandangmu”
dan kau tersenyum untukku
“kamu tahu, kau satu-satunya
yang tak pernah menyakiti hatiku”
kataku, kau tersenyum lagi
“kau selau baik padaku
kau selalu mengagumiku” katamu,
“seperti juga aku mengagumimu”
orang-orang semakin jauh
meninggalkan kita dan
kita semakin erat tumbuh bersama
“kau satu-satunya yang selalu
ada ketika kuingin kau ada”
sering kita rayakan pesta gila-gilaan
di depan cermin
aku dalam gaun pesta ungu, kau juga
aku dalam lipstik ungu,kau juga
aku dalam goyang samba,kau juga
lantas kita tertawa-tawa
enak juga, hidup cuma untuk berdua
selalu sepakat untuk segala hal
Perempuan berblouse kembang berdiri
di bawah hujan. Mau kemanakah dia?
Sedari tadi berdiri saja dalam resah
payungnya bergoyang-goyang digoda angin kencang
berkali-kali dihampiri bis dan mikrolet segala rupa
satu dua sedan mewah menghampirinya sekaligus
mencipratinya dengan lumpur hingga ke rok ungunya.
Tetapi tetap saja ia berdiri di situ
Adakah ia menanti seseorang yang dicintainya
sebab begitu setia ia berdiri di bawah
cuaca yang tak kenal kata kasihan
Orang-orang datang dan pergi berganti-ganti
yang tak berubah hanyalah
hujan yang turun seharian
dan perempuan berblouse kembang
setia berdiri di pinggir jalan
padahal payungnya merengek-rengek
kepengin pergi bersama angin dan hujan
yang terus-menerus menggodanya
Perempuan berblouse kembang,
sampai kapan kau menunggu?
C.22.2.00
Jadi perempuan berarti jadi obyek iklan
arisan, dan kosmetik segala rupa yang dijajakan
di billboard pinggir jalan hingga di jendela-jendela internet
hingga membuatnya terus menerus menebak:
sudah sempurnakah aku?
Jadi perempuan mesti hati-hati mengurus diri
membungkus, memupur, mengoles, menyusun bermacam-
macam mimpi kalau tak ingin sendiri dimakan sepi
Jadi perempuan mesti selalu memikul ketakutan
pada tangan jahil bos di kantor, pada lelaki yang memepetmu
di bis yang sesak, pada om berhidung belang berperut buncit
yang tiba-tiba saja merasa jadi bapak dadakanmu di mal-mal
Malam hari, takut pada sopir taksi, juga pada satpam rumah sendiri
meski sudah punya herder dan alarm model tercanggih,
tetaplah kunci ganda pintu kamarmu
sebab setan yang bernama lelaki selalu bisa mendeteksi hangat tubuhmu
selalu bisa menembus dinding perlindunganmu seperti sinar laser
yang memotong-motong privasimu
Jadi perempuan di negeri ini, sungguh susah untuk merasa senang lagi
C.20.2.00
Malam itu ia datang lagi.menggendong putusasanya ,mengepit
kekecewaannya yang panjang di ketiaknya yang gempal. Perempuan ini
dan
seribu perempuan lainnya baru saja pulang dari gedung majelis, minta
diberi satu atau dua kursi agar bisa menyuarakan keluhan sekaligus
harapan
Malam menggelindingkan kami pada lapar; sedari siang tak sempat
sentuh nasi box yang dibagikan seksi konsumsi. Sementara anak di rumah
berkali-kali menelpon; “Ibu lupa lagi menyiapkan makan siang dan makan
malam kita”. Lantas dijawabnya, “Kan ada supermie”. Klik, dimatikannya
handphonenya sembari menghempaskan segumpalan kertas kerja di atas
mejaku. Ia menatapku. Diamjenak. ia menghela napas, kecewa. “aku mau
nyerah”, katanya sangat lirih. aku diam. “aku sedang berjuang untuk
anak perempuanku agar kelak ia tidak diinjak-injak lelaki. Tapi
sekarang ia kelaparan di rumah “. aku diam.
“aku juga merasa jangan-jangan musuh kita bukan lelaki, sebab dari
lelaki aku dapat cinta bulat di dada, dari lelaki aku ada” aku
bertahan untuk diam. “aku tidak tahu kepada siapa kita berperang
kepada
siapa kita mesti marah,kepada siapa aku mesti memprote sebab aku
cinta lelaki.ia bapak anak-anakku. ia suami ibu yang kucintai”
sungguh,
tenggorokanku begitu gatal untuk segera menjawab. tetapi sekali lagi
aku berdiam dalam bijak
jauh dalam sayup senyap malam, aku dengar rintih istri diinjak
suaminya di depan anak perempuannya sendiri.”Ini bukan soal lelaki
atau
perempuan. ini semata soal seseorang menginjak-injak orang lain. Meski
ia bukan kita, kita bukan dirinya, tegakah kau bilang: bukan urusan
kita?”seseorang pernah mengatakan ini padaku
malam semakin dan semakin larut, sementara kami semakin larut dalam
rencana demonstrasi esok hari .aku dengar suara musik bercampur
dengkur
lelaki “aku kangen suamiku”. Entah siapa diantara kami yang
mengatakannya lebih dulu.
C.20.2.00
Aku ingin pulang
pada nafas guguran kembang ketumbar
tlah berapa musim kerut di ujung-ujung
senyummu, keriput tangan,
hangat pada pipi, tersimpan rapi
dalam kenangan
Membacamu dalam mimpi
adalah kepingan masa kecil
meloncat dari saku
Selalu meneduhkan;
seseorang tak putus-putusnya mencintaiku
begitu saja tanpa kuminta
C.23.00
Perjalanan ini berawal dari nada musik subuh menembus jendela dan
berakhir pada tanah tak bertepi.
Pencarian yang tak pernah berhenti meski pada sebuah akhir: kering
telapak tangan dan hati yang terus-menerus kepingin pergi; mencari.
Di bukit kesejukan dan janji menanti pendeta-pendeta berjubah ungu
menggengam kembang teratai.
Doa-doa ditaburkannya di ubun-ubunku. Sungguh, aku tak merasakan
apa-apa meski seruling menarik-narikku pulang kembali ke hati mereka.
Pada waktu yang tak kuingat, aku tiba di padang darah dan dendam.
Seperti juga nenek moyangku ratusan tahun lalu, anak-anak kecil
berbaju putih menanam dendam pada tanah-tanah sengketa. Perseteruan
ditulis dengan darah. Tak seorang pun berani menggugat; semestinyalah
bisa ada damai di sini, meski barang sejenak ketika aku lewat.
Pada bulan purnama entah yang ke berapa, seingatku aku bermukim di
kerajaan awan. Ibu-ibu menanam gandum di langit mendung dan
menyiraminya dengan air mata dua kali setahun. Pemuda-pemuda lajang
menanam layang-layang di langit dan melilitkan benangnya di leher
masing-masing.
C.5.2.00
tukang becak memeluk mimpinya sendiri
punggungnya basah,
adakah gigil di hati?
hujan bulan januari seperti
hujan bulan-bulan sebelumnya
terasa manis di lidah
adakah engkau juga rasakan?
C.19.1. 00
kita tak lagi menanam benih di ladang
tapi di pasar bursa dan kaki lima
anak-anak tetap melukis langit
dengan potlot warna-warni
pada layar monitor dan tembok tetangga
Seharian aku menanam impian
pada tembok-tembok Jakarta
menanam dendam pada jalanan
sorenya kukubur sepi
pada kerdip café
atau sendirian di wese
menghitung nafas yang tersisa
Selalu aku ingin kembali
pada segala yang tak lagi dimiliki
semacam kerakusan kah?
atau kesadaran telat?
bahwa sesungguhnya aku cuma
sebagian kecil dari deras arus waktu
c.27.1.00
‘Pernah kau rindu aku?’
Tiba-tiba pertanyaanku
ditertawakan langit
Sesungguhnya, lumrah sekali
beberapa ibu melahirkan bayinya
jauh di luar ingatannya
Membujuk diri sendiri, sungguh tidak mudah;
kau sedang memasak pepes ikan teri
dengan bumbu cinta menanti di beranda
kapan aku pulang ke pelukan teduhmu
Ibu bisa punya seribu wajah sejuta hati
ibu bisa jadi bulan dalam mimpi
lebih sering lagi ia jadi beludak
dalam kehidupan sehari-hari
kadang-kadang ia mawar
sekaligus duri batangnya
Ibu pasti marah kalau kuminta
sekali-kali jadi bunda theresa
Sesungguhnya sederhana saja,
kalau ia mencintaiku, aku tak kan ada
di perempatan jalan ini bersama
harapan-harapan berjatuhan
seperti gerimis
Sering aku bermimpi;
Ibuku adalah megawati yang menjual kharisma
Ibuku adalah karlina yang menaburkan air mata
Ibuku adalah khofifah yang membagikan kata-kata
Sekali-kali ibuku ada di antara perempuan-perempuan
berselendang sutera menawarkan nasi bungkus
Tapi tak satupun yang berani
menawarkan pelukan
Tak satu pun
C.23.1.00
melukismu,
aku tak punya warna apapun
selain marah menahun
tersisa dari terlalu sedikit masa
yang pernah kita miliki berdua
c.23.1.00
Ada sungai membelah rumah
Bermula dari retakan ubin dari teras hingga kamar tidur
Berbarengan dengan waktu dan cinta semakin menipis
menjelma sungai mengaliri duka ke muara entah di mana
Ketika saling membenci untuk alasan yang tak jelas,
kita lemparkan kursi ke sungai
Ketika sedang birahi, kita berenang-renang di arus hangatnya
Ketika kehabisan uang, kita tangkap seekor sepat gemuk
Anak-anak melayarkan perahu kertas
Sungai semakin hari bertambah menganga
Tetapi kau selalu bilang tak apa,
toh kita menikmatinya juga
Hingga subuh-subuh kudengar
anak kita tenggelam di sana
c.24.1.00
Nekat
( mengenang Tm)
Bermain layangan
langit mendung sekali
ada petir sesekali
geluduk lebih sering lagi
Tapi aku riang menarik ulur tali kama
kau di sana menari-nari
menggoda mendung
lebih ngamuk lagi
Minggu, 24 Januari 2010
Gadis Soleha yang Misterius Dalam Hidupku
waktu itu bulan agustus tahun 2008 tanggal 26,,aku jalan kaki ingin pergi ke mesjid,dan jelang sampai di mesjid kami biasanya ngumpul sama teman2 yang tidak jauh dari mesjid itu,,kira2 waktu itu jam 5:30,,trus asyik2nya ngomong,tiba2 teman aku menanyakan sebuah no HP yang pernah miscall dia,,selain teman dia juga abang aku,,,dia tanya sama aku,,ada g' feb no nich msuk ke HP feb,,?ku jawab,,g' tuh bang,,emang da aPA?jawab abang itu,,,geni,,,,kemaren da yang micall bang,,tapi dia g' mau bilang siapa namanya,,,,,,
kata ku :ooo,,,,,,,, biar ku coba hubungi bang,,mana tau dia teman2 disini juga,,
kata abang :ya cobalah feb,,,,,,,,,
setelah kucoba,,ternyata yang ngangkat itu cew,,,suaranya halus,,dan kami bertanya2 tentang orang itu,,,
kta abang :apakah itu fina feb,,,,,,,,,,,?kan dia skarang di PKN BRU,.
jawab ku :boleh jadi dia bang,,,,,coba lagi ya bang micaallnya,,,,,,,,,
kata abang itu :ya,,cobalah,,,,
trus kami telfon,,dan dia mengangkat telfon itu,,kami menanyakan siapa namanya,,,ya dia jawab bhwa namanya "yL" dan bang is semangkin curiga,,karena sudah 2X abang itu mencari tau,,namanya berbeda juga,,
ya udah feb kta abang itu,,coba sms aja terus,,tapi kita ke mesjid dulu ya,,,,,,,,,
ya bang jawab ku,,,,
dan habis sholat ku lihat ada sms masuk,,trus ku lihat,,,ee,,,,,,,,ku lansung terkejut,,rupanya yang sms itu cew yang kami hubungi tadi sore sama bang is,,,,isi smsnyA "nich cpa,,,,,,,,,?nd dri mna dpat no aq..?ku jawab,,aku yundri,,,bukannya xm yang mcall k tmn ax tdi,,klu leh tau xm cpa,,nd tnggl d mna,?
jwbnya :aq yln,,nd tngal di bkttnggi,,,
jwb ku,,ooo,,,,,msih sclh tau ge mna cih,,,,,,,,,,,
dia jwb :aq msih sclah,,nd msih kls 2 di SMA 1 yang da d slah stu kbupaten d bkittnggi,,,
kata ku,,,ya udah,,,salam kenal aja....
2 hari setelah itu,,bang is bilang ma aku,,,kalau cew itu g' bohong coz semuanya sma aku,,,bang is lansung bertanya ma aku,,pa benar nama feb sama dia yundri,,,?iya bang jawab ku,,dan ku bilang aku kulia sama dia,,,!ooo,,,,jwb bang is,,dia dah jujur ma bang semuanya,,yang ngasih no itu adek abang yang di bukittinggi,,,
oo,,,,,gtu jwb ku,,,,,,,,,,!
Dan sudah lama aku g' pernah hubungin dia lagi,,,tiba2 dia sms aku waktu blan rmdhan,,,,,,,,!
ya,,,dia nanya kabarku,,,,,,,,dan kami banyak banget ceritanya,,,,,!
jujur,,pertama aku kenal dia,,aku dah nganggap dia orang special,,tapi g'munkin aja kta ku dlam hti,,karena g' kan munkin aku ketemu sama dia,,,,aku terus menahan rasa itu,,,!aku semangkin mengharapkan dia hadir di hadapanku setelah lama2 aku kenal dia, walaupun lewat Hp aja,,,
setelah lebaran aku telfon dia,,,lalu dia angkat telfon eku,,ga' lama aku bicara,dia bilang,,ntr ja telfonnya feb coz ku siap2 teman mau datang kerumah skrng,,
"dia tau nma aku setelah 2 hari bang is bilang kalau cew itu jujur bilang semuanya,,,,,,,
eeee,,,,,,,,,,,,,tiba2 2 jam setelah ku telfon dia,,ada se orng cow nelfon aku,,kalau jangan pernah ganggu cew itu,,,! aku lansung kaget,,siapa sebenarnya cowok itu,,,ya,,,,,,,,,dengan dia tau semuanya tentang "Y"ku lansung percaya kalau itu benar cownya yang nelfon aku,,,,,,,,,,
esok paginya aku sms "Y"dan ku bilang jangan pernah hubungi ku lagi,,karena aku cuma bisa ganggu aja,,aku bilang seperti itu pada dia karena ku ga'bisa nutupi semuanya dari dia,,,,,
lalu sekitar 30 menit setelah ku sms,,dia lansung telfon aku,,dan dia menanyakan apa sebenarnya yang terjadi,,dan ku bilang semuanya,,,dia ga' percaya dan kudengar waktu itu dia mau nangis,,aku kasihan dengar dia waktu itu,tapi ku ga'bisa ngomong apa2,karena aku jauh dengan dia,,,
dan perasaan ku semangkin mengatakan kalau dia memang cew yang baik dan soleha,,,dan tidak berapa lama setelah itu aku tau bahwa dia memang cew yang pintar dan soleha,,karena dia juara 1 lomba MTQ tingkat kabupaten,,,
aku mulai jujursama dia setelah dia tanya sama aku tentang aku sama dia itu,,,dia tanya sama aku setelah ku bilang sama teman dekatnya kalau aku memang meng harapkan dia hadir dalam hidupku,,,,,,,,,!kami pernah jalani hubungan itu ga' berapa lama,,,,!munkin karena dia sudah tau kalau aku ga' sebanding dengan dia,,,ku terpaksa pasrah aja terima semua itu,,tapi ku tau dia orangnya sAngat baik dan the best,,,,!tapi setelah itu terjadi ku lansung menilai diriku dan ku harus menjadi orang sukses suatu saat,,!agar orang ga' memandangku sebelah mata,,,,,,,
lucunya aku belum pernah bertemu dengan dia sampai saat ini,,,,,dan ku berharap kami bisa bertemu suatu saat,,walaupun itu ga'kan pernah mengukir kisa msa lalu itu,,aku berharap seperti ini karena aku kagum dengan kesolehannya,,,dan dengan kepintaran dia,,,,,,,,,munkin aku cuma bisa berharap akan kehadirannya,,ini terjadi beberapa mnggu lalu karena ada salah paham antara sahabat ku itu,,tapi dia ga' prnah mngerti pa yang ku rasakan,,disini ku menemukan istlah dari seseorang.
((usatu hariburung jatuh cinta pada mawar putih,burung pun berusaha mengungkapkan perasaannya tapi mawar putih berkata"aku takkan pernah bisa mencintai mu))burung tak menyerahsetiap hari dia datang menemui mawar putih,,akhirnya mawar putih berkata((aku akan mencintaimu jika kamu bisa mengubah ku menjadi mawar merah))dan suatu hari burung datang kembali,dia memoting sayapnya,dan meneteskan darahnya pda mawar putih hhngga mawar ptih menjadi merah..akhirnya mawar sadar seberaPA besar burung mencintai dirinya,,tapi semuanya terlambat,karena burung ga' akn kembali lagi ke dunia,,
HARGAILAH SIAPAPUN YANG MENCINTAIMU SEBELUM DIA PERGI MENINGGALKAN MU SELAMANYA,,!
tapi saat ini dya ga; da lgi,,soalnya aku sdah lupain dia karena ga' munkin aku menunggu sesuatu yang g'ditentukan waktunya itu,,semua kehidupan itu sdah ku tutup semuanya,,dia ga;khan bsa membuka semua knci itu,,selmat tnggl sobat smga kmu ga' ingat lagi ma aku,,,,,
S A Y O U N A R A TOMODACHI,,,!
Rabu, 06 Januari 2010
grup chulele
lagu:1
ini cerita dengan teman-teman
yang ga' gila tapi gila-gilaan
yang ga' kaya tapi cukup-cukupan
chorus:semuanya bernyanyi semua bernari,,,yang ga' ada sedih yang penting happy
reff:
ooh,,,,chulele,,,,,,
chutudent lemah lembut
anggotanya keren-keren dan imut-imut
ooh,,,,chulele,,,,,,
chutudent lemah lembut
personilnya ga'ada kumis ga' ada janggut,,,
ooh,,,chulele,,,,,
chutudent lemah lembut
anggotanya ga'pernah kalang kabut,,,,,,
ooh,,,,chulele,,,,,,
chutudent lemah lembut
personilnya ga' pernah bikin ribut
grup chulele:
cipta : iwan
nyanyi ke:2
chulele & korupsi
Berawal dari kampus baru
punya teman keren-keren dan imut-imut
fikirannya lemah lembut
itulah chulele
chutudent lemah lembut,,,,,
reff:
ooh,,,,,chu,,,lele,,,,
chutudent lemah lembut
fikirannya pasti-pasti
yang ga'pernah korupsi
ooh,,,,,chulele,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
chutudent lemah lembut
hidupnya tetap happy
yang ga'pernah sedih
walaupun korupsi masih berdiri
ooh,,,,chu,,,,lele
kami ini datang kembali
membawa negara ini bersih
bersih dari korupsi
chorus: ooh,,,,,,,,,,,,,,,,chulele,,,, yang tetap berdiri demi negara ini,,,,chu,,lele,,,ooh,,,chu,,lele,,
chulele,,,chutudent lemah lembut,,,,,,,,
chulele grup:
ciptaan:febri w.r
